MPASI dan Printilan Alat Perangnya

Excited banget ya menunggu saat-saat MPASI dimulai.

Pertama, karena artinya Raffa lulus 6 bulan ASI (nggak) eksklusif, karena sempat kena susu formula. Sekarang sudah mulai terbantu dengan MPASI, Alhamdulillah. Hihi.. jadi lulus dari masa kejar-kejaran pumping supaya terpenuhi kebutuhan ASInya. Seru. Menegangkan. Halah.. lebay. Hehehe..

Kedua, karena MPASI kali ini udah dibekali ilmu buat MPASI homemade.

Waktu Rasikha dulu, saya memulai MPASI dengan puree buah. Setiap hari sampai sebulan pertama MPASInya cuma maem puree buah aja. Selanjutnya baru dimulai dengan bubur tim. Bikin bubur timnya pake alat-alat masak yang biasanya buat porsi besar. Belakangan akhirnya memilih bubur bayi yang suka dijual franchise-franchise dekat rumah karena lebih praktis. (ssstttt… kalo dulu franchise kayak gitu masih jarang jadi masih berani percaya sama kualitasnya. Kalo sekarang kok ya menjamur jadi kayaknya kok ya kurang recommended ya).

Ngintip ilmu dari WHO yuks..

Begini isi poin-poin MPASI WHO:
  • Pentingnya memperhatikan kebutuhan energi (yang tidak bisa hanya dipenuhi dari puree buah dan sayur saja) dan kebutuhan zat besi (terutama pada bayi ASI)
  • MPASI baru dapat diberikan setelah usia anak mencapai 6 bulan atau 180 hari.
  • Frekuensi pemberian MPASI mulai dari 2 kali sehari saat awal MPASI hingga 3-4 kali makan besar plus 1-2 kali camilan di usia 12 bulan.
  • Porsi MPASI sekali makan mulai dari 2-3 sendok makan dewasa saat awal MPASI hingga 125 ml di usia 12 bulan
  • Tekstur MPASI mulai dari makanan lumat, meningkat menjadi makanan lembik, lalu menjadi makanan keluarga di usia 12 bulan.
  • Keragaman MPASI. Di sini nih disarankan untuk menggunakan menu 4*(baca: 4 bintang). Artinya menu yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan lemak tambahan. Lemak tambahannya bisa berupa minyak goreng, unsalted butter, santan, atau extra virgin olive oil alias minyak zaitun (evoo).
  • Aktif / responsif. Penting berinteraksi dengan anak saat makan.

MPASI menurut WHO (Complementary Feeding – Family Foods for Breastfed Children) bisa disearch untuk dibaca lengkapnya ya..

whatsapp-image-2016-11-06-at-6-12-09-am

 

Untuk 2 minggu pertama MPASI, biasanya dilakukan tes alergi. Ada yang menggunakan menu tunggal 1 harian, ada juga yang menggunakan menu 3 harian. Lalu setelah 2 minggu baru mulai berikan menu MPASI 4*.

Kalau untuk Raffa? Hehehe.. saya sedikit improvisasi aja. Mengingat saya, suami, dan Rasikha gak punya alergi makanan, jadi cukup pede buat improvisasi. Paling produk olahan susu yang harus sedikit hati-hati, karena Raffa alergi susu formula.

Jadi saya langsung menuju menu 4* secara bertahap, dengan tetap memperhatikan tes alerginya, karena berat badan Raffa cenderung mepet.

Di 2 minggu pertama, setiap hari selalu ada menu karbohidrat dan buah. Didampingi dengan menu lainnya secara bergantian, protein atau sayur. Bertahap hingga setelah 2 minggu Raffa udah masuk ke menu 4*.

Saya juga memperhatikan menu seratnya. Karena pada bayi, makanan berserat justru memicu sembelit, kebalikan ya dari orang dewasa. Jadi pada 2 minggu pertama, saya menghindari menu double serat. Dan setelah masuk menu 4*, tetap mengupayakan menu yang dapat mengimbangi porsi seratnya, misalnya dengan buah-buah yang banyak kandungan airnya seperti melon, buah naga, pear, semangka.

Nggak lupa juga memberikan air putih setiap habis makan.. untuk membantu BAB lancar. Karena harusnya bayi MPASI BAB setiap hari. Untuk kebutuhan zat besinya, selain dari menu MPASI, Raffa dapat suplemen zat besi dari dokter.

Nah.. selanjutnya ini nih Printilan Alat Perang MPASInya Raffa. Hihi..
1. Baby Safe 10 in 1
baby-safe

Ini nih alat andalan yang bikin nyiapin MPASI homemade jadi sangat praktis.

Sebelum akhirnya memutuskan beli baby safe 10 in 1, saya sempat mempertimbangkan baby safe slow cooker dan tahaki slow cooker.

Apa bedanya?

Slow cooker gak bisa digunakan untuk kukus. Sedangkan Baby Safe 10 in 1, bisa dipakai untuk kukus, rebus, dan bikin bubur, plus ada fitur auto on. Jadi kalau kita ingin masakannya matang pada jam tertentu dengan durasi memasak tertentu, kita bisa setting untuk ON mulai memasak pada jam tertentu. Jadi bisa diset dari malam sebelum tidur. Gak perlu khawatir bangun kesiangan. Pas bangun masakan udah matang deh. Hehehe..

Tapi hati-hati ya, supaya glass bowl nya terhindar dari kemungkinan pecah saat memasak, sebaiknya hindari perubahan suhu ekstrem ya.. Jadi kalau masih panas jangan langsung direndam air untuk dicuci. Atau kalau habis dicuci jangan langsung digunakan untuk memasak. Kalaupun kadung pecah, Alhamdulillah nyari sparepart nya juga gampang ternyata.

2. Saringan kawat

saringan-kawat

 

Nah saringan kawat ini dipakai untuk menghaluskan makanan. Tekstur pertama Raffa selama 1 bulan pertama MPASI didapat dari saringan kawat ini. Saya nggak menggunakan blender karena blender cenderung menghasilkan tekstur yang sangat lembut. Mungkin karena saya menggunakan blender ukuran biasa kali yah. Saya belum pernah coba pakai blender khusus makanan bayi.

 

3. Munchkin Grinder

munchkin-grinder

Munchkin grinder ini dipakai sejak Raffa usia 7 bulan. Karena dengan alat ini bisa menghasilkan tekstur yang lebih tinggi tingkatannya dari pada saringan kawat. Alat ini manual. Makanan dimasukkan ke dalam lubang bagian tengah, lalu ditutup dengan bagian atasnya sambil ditekan dan diputar sehingga makanan yang di dalam lubang bagian tengah tertekan sekaligus terpotong dengan mata pisau yang diputar. Kalau makanannya belum cukup lunak mungkin agak menghabiskan energi menggunakan alat ini. Tapi kalau makanan matang yang sudah direbus atau sudah dikukus, oke kok.

 

4. Perasan Jeruk

mode-surga-hot-sale-pemeras-dengan-mangkuk-juicer-strainer-dengan-menangani-dan-tuangkan-cerat-aug22-putih

Alat yang praktis buat memeras jeruk buat camilan Raffa, saya ambil dari kado feeding set. Manual. Tapi mudah digunakan kok. Alat ini mah umum digunakan. Gak cuma buat bayi ya.. buat bikin es jeruk Emaknya juga bisa pakai ini.

 

 

 

5. Baby Cube

baby-cubes-8x40ml_29Alat ini digunakan sebagai wadah penyimpan tertutup dengan porsi sekali pakai. Ada 3 pilihan ukuran, 40 ml, 70 ml, dan 140 ml. Saya pakai babycube untuk menyimpan kaldu. Ringkas banget buat disimpan difreezer. Babycube juga bisa digunakan untuk puree buah. Tapi kalau puree, saya selalu buat fresh. Oh ya, baby cube juga bisa digunakan di microwave lho.

 

6. Tupperware – Petite Square

download

Nah.. ini juga wadah makannya Raffa. Biasanya saya gunakan untuk menyimpan MPASI Raffa saat bepergian. Jadi ringkas dan aman karena tutupnya handal 🙂 Ukurannya untuk 80 ml, pas untuk 1 kali porsi makan bayi usia 0-9 bulan. Kalau nanti porsi makannya Raffa udah makin besar, kayaknya bisa digunakan buat wadah lainnya. Saya gak beli 1 set. Saya beli di shopee, di sana dijual satuan. Jadi saya cuma punya 3 pcs aja. Hemat hemat.. hehehe

 

 

7. Little Bites Stroge Jars Kinder Ville

14906819_10154720521763887_1315695144782314924_n

Wadah lagi… Hihihi… Yang ini bisa digunakan di freezer, warmer, maupun microwave. Bahannya dari silikon high grade yang resisten terhadap bakteri. Ukurannya bisa menampung makanan 100 ml. Warna warninya menarik. Awet juga, sudah digunakan sejak zaman Rasikha MPASI dulu. Saya biasanya bikin makan besarnya Raffa sekali aja sehari untuk 3 kali porsi makan. Lalu saya tempatkan di wadah ini. Saat mau dimakan, tinggal taro di warmer bareng wadahnya deh..

 

8. Little Baby Changing Colour Safety Spoon

sendok-mpasi

Saya memilih sendok ini karena ada sensor panasnya. Sendok akan berubah warna kalau makanan masih panas. Penting nih untuk mengurangi trauma makan baby. Biasanya kalau kali pertama makanan yang masuk masih panas, akan menolak suapan berikutnya. Saya memilih merk ini karena 1 set dijual hanya 2 pcs. Hihi.. hemat hemat.. Jadi cuci pakai cuci pakai aja.. gak susah kok mencuci sendok aja. Sterilnya disiram air panas aja deh.

 

 

9. Summer Infant Comfort Folding Booster

summer-folding-booster-seat-500x554

Nah.. yang ini andalan saya banget sejak zamannya Rasikha. Bentuknya compact dan mudah dibawa travelling. Sangat bermanfaat buat membiasakan baby makan dengan duduk. Gak digendong dan gak jalan-jalan. Kursinya juga bisa digunakan sebagai booster chair kalau mau makan bersama di meja makan.

 

10. Bib atau slaber

bib-plastik

 

Hihi.. celemek makan ini mah wajib yess dipakai karena baby yang baru MPASI biasanya makannya masih belepotan. Sekarang banyak slaber lucu. Ada yang bahannya kain maupun plastik. Bisa menambah keseruan aktivitas nyuapin makan baby

 

Advertisements

About Febriana

Mama Rasikha. Ibu bekerja. Pemimpi. Pengejar impian. Selalu ingin menjadi rendah hati..
Aside | This entry was posted in Kids and Family and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s