Rasikha dan Mpeng

Maka tidak perlu kita mengatakan ‘kami merasa gagal menjadi orang tua’, namun katakanlah ‘bersama Allah kami bisa lebih baik’.

-Kiki Barkiah-

Menjadi ibu yang baik mungkin tak pernah mudah ya..

Apalagi ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak popular di zamannya.. Tapi keputusan tetap harus dibuat. Tentu dengan menimbang baik dan buruknya.

1 November 2015.

Usia Rasikha sudah 3 tahun 2,5 bulan. Kami putuskan menyapih Mpeng Rasikha dengan cara yang tak popular.

***

-Perkenalan Rasikha dengan Mpeng-

Usianya sekitar 2-4 bulan.

Rasikha muntah lagi.. padahal sudah di-sendawa-in.

Baru aja minum susu. Posisi gendong tubuhnya juga lebih dari 45 derajat. Bayi kebanyakan mungkin gak akan seperti ini.

Bukan gumoh. Ini berbeda.

Rasikha suka sekali minum. Kalau mau minum, tapi gak mendapatkan susunya, Rasikha akan menangis. Tapi kami bingung. Karena katup lambung Rasikha belum sempurna. Katup yang seharusnya menutup setelah terlewati susu yang masuk, membuka lagi, sehingga susu terdorong naik lagi ke atas.

Dan ah.. berkali-kali kami menyaksikan Rasikha berjuang bernafas. Melawan cairan yang menyumbat rongga nafasnya karena muntahnya bukan hanya keluar melalui mulut. Tapi juga hidung. Wajahnya sesekali sampai biru saat berusaha bernafas..megap-megap.. Tapi Alhamdulillah..pertolongan Allah selalu dekat dengan Rasikha 🙂

Tentang cerita GER Rasikha bisa dibaca sekilas di sini

***

Menjaga kebutuhan minum Rasikha. Sambil menjaga agar Rasikha nggak muntah. Akhirnya kami putuskan Mpeng sebagai solusi. Maafkan kami menipu kenyamananmu Nak.. dengan kenyotan semu.

Betul, saat hamil, Mama sudah banyak baca informasi-informasi seputar parenting, tentang kurang baiknya menggunakan Mpeng bagi bayi. Hihi.. siapa sangka rupanya Rasikha terlahir di usia 29 minggu. Kelahiran prematurnya, menyebabkan katup lambungnya belum bertumbuh cukup sempurna. Keputusan tak mudah. Tapi harus kami ambil.

***

Waktu berjalan..

Katup lambung Rasikha semakin sempurna.

Tapi Rasikha malah keasyikan dengan Mpengnya..

Peninabobo tidurnya..

Pemberi kenyamanannya..

Usianya sudah 3 tahun sekarang.

Menyapih Mpeng dengan cara manis tak juga berhasil.

Kami dihadapkan lagi pada pilihan sulit.

IMG-20160922-WA0013.jpg

Princess Cantik masih ngempeng 🙂

Mpeng bukan nenen.Efek Mpeng akan jauh lebih buruk jika dibiarkan terus hingga Rasikha semakin besar.

Menimbang efek baik dan buruknya, tentu menurut sisi pandang kami, Orang Tuanya, akhirnya kami putuskan menggunakan brotowali untuk menyapih Rasikha.

Hanya seoles aja.

Dan Rasikha menolak Mpeng.

Sampai hari ini.

Alhamdulillah.

***

Mpeng adalah salah satu kenyamanan Rasikha.

Kehilangan Mpeng secara tiba-tiba tentu membuat Rasikha bingung..

Ada sesuatu yang hilang..

Kenyamanannya.. tapi tidak Rasikha mengerti.

Sehingga Rasikha mulai sering tantrum. Tidur siang jadi sebentar. Pun tantrum saat malam terbangun dari tidurnya..

Tapi setelah 3 minggu berjalan, semua mulai kembali normal..

Alhamdulillah..

Iya…

Menjadi Ibu yang baik mungkin tak pernah mudah ya..

Apalagi ketika dihadapkan pada pilihan2 yang tidak popular di zamannya..

Tapi keputusan tetap harus dibuat.

Dan kami melakukannya dengan cinta 🙂

img-20160921-wa0026

Advertisements

About Febriana

Mama Rasikha. Ibu bekerja. Pemimpi. Pengejar impian. Selalu ingin menjadi rendah hati..
This entry was posted in Kids and Family and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s