Kepanitiaan Unik Mamak Rempong

Salah satu materi kelas Matrikulasi IIP yang ditulis oleh Ibu Septi Peni (founder IIP) yang pernah saya ikuti menyebutkan begini:

Dua hal yang menjadi prinsip berkomunitas:
“Apa yang bisa saya kontribusikan di komunitas?”
Dan
“Apa yang bisa saya dapatkan di komunitas?”

Pertanyaan pertama akan memberikan reaksi berbagi dan melayani di komunitas. Sedangkan pertanyaan kedua memberikan reaksi menuntut komunitas.

Hasil dari pertanyaan pertama di atas ternyata adalah kebahagiaan tingkat tinggi, yaitu MEANINGFUL LIFE. Hidup bermakna, sebuah tingkatan hidup di mana muncul perasaan bahagia di saat kita mampu memberikan makna bagi orang lain dan lingkungan.

Pernah Mak merasakan meaningful life? Pasti pernah ya.. Dan betul lho, efek berbagi dan melayani memang memberikan perasaan tersebut.

***

Terakhir ikut serta dalam kegiatan komunitas saat masih belum berkeluarga. Ada Shoebox Project, komunitas berbagi yang pada masanya masih sangat jarang ditemui. Juga Sahabat 5 cm, komunitas seru yang sampai sekarang masih terjalin silaturahminya.

Berangkat dari kerinduan berkontribusi di komunitas. Maka saat beberapa waktu lalu diinfokan bahwa komunitas Eping (Exclusive Pumping Mama Indonesia) wilayah Bogor Depok #Masubodep dipercaya untuk menyelenggarakan event Kopdar Nasional berupa Talkshow atau Seminar, Mamak tergoda untuk ikutan di kepanitiaan. Beberapa kali menahan diri saat di WAG ada open recruitment. Mengevaluasi diri akankah sanggup untuk berperan. Karena tentu, setiap peran yang diambil akan berlekatan dengan komitmen menunaikan amanahnya 😉.

Sampai akhirnya, saat sudah dibentuk panitia dan sudah ditentukan bahwa acara akan dilaksanakan di PSJ UI, yang jaraknya dekat sekali dari rumah, Mamak memutuskan untuk ikutan nyemplung di kepanitiaan. Wapri ke Ketua Panitia, untuk menanyakan apakah masih ada slot untuk ikut serta jadi panitia. Alhamdulillah, gayung bersambut. Slot yang personilnya masih kosong, adalah di Sie Dana. Wakakakak… Ya namanya niat untuk berkontribusi, ditempatkan di mana aja, insyaAllah diterima. (Jengjeng.. Padahal mikir: acara kagak bakal jalan inih kalo kagak cukup dana pan yeeee… Berat sih pikulannye Mamak.. tapi Bismillah aje dah 🤣🤣).

Begitulah. Mamak pun masuk ke kepanitiaan. Menggodok bersama konsep acara, anggaran, proposal, dan rencana kerja. Awalnya konsep acara bertema ‘Demam’.
Saat proposal siap, maka mulailah Mamak mengumpulkan data-data calon sponsor dan bergerak melalui handphone dan email. Beberapa bulan berjalan, baru ada 2 sponsor yang ‘deal’. Salah satunya adalah RSIA SamMarie Basra yang ownernya adalah kawan SMA. Mungkin ini nepotisme. Hehehe… Sebetulnya dukungan RSIA ini bisa lebih besar, namun mengingat psikologi pasien saat ini yang jarang berkenan ke RS yang jaraknya terlalu jauh dari rumah, maka RSIA tidak mengambil porsi sponsor utama, walaupun willingnessnya amat tinggi untuk itu. Psssttt… RSIA ini berlokasi di Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dokter2 anaknya bagus2 dan punya program unggulan IVF buat Mamak2 yang mau promil lhooo… hehehe. Ooops, iklan lewat deh barusan. 😂

Balik lagi ah.
Sampai akhirnya datanglah calon sponsor utama yang mengubah tema utama acara menjadi ‘World Breastfeeding week: ASI sebagai Pondasi Kehidupan’, tanpa melepas materi ‘Demam’ yang akan diisi oleh DSA kece yang lagi banyak followernya: dr Apin. Iya, karena pas banget jadwal acara bertepatan dengan world breastfeeding week yang diperingati setiap minggu pertama Bulan Agustus.

Jadilah kami godok acara ulang, restruktur proposal dan anggaran. Alhamdulillah. Deal dengan Sang Sponsor Utama. Yang membukakan jalan ke sponsor-sponsor berikutnya, yaaaaaaaaaaaaaang luberrrrrrrrrr Alhamdulillah. Bahkan H-7 acara masih ada yang pingin banget masuk sponsor, dan karena kontrapretasi yang diharapkan sang calon sponsor tersebut tidak terlalu rumit, kami terima.

***

Begitulah.
Menjadi pengalaman baru dan seru mengerjakan event ini bersama Mamak Rempong. Bagaimana nggak, semua panitia adalah Emak-Emak. Berbuntut 1 sampai 4. Bayangkan. Betapa serunya saat rapat-rapat offline, anak-anak dengan beragam polahnya berseliweran.
Pun saat pembahasan-pembahasan online di WAG, Mamak2 dengan segala kesibukan perannya, baik yang Stay at Home Mom ataupun Working Mom, berupaya optimal menunaikan perannya. Tanpa bayaran. Voluntary. Sama2 berpegang dengan prinsip yang sama, insyaAllah. Berbagi dan Melayani.
***

Urusan ini gak semulus hasil akhirnya. Diperjalanan sejak awal hingga ujung banyak sekali perseteruan, kendala, sampai drama. Baik yang dipicu oleh internal kepanitiaan, ataupun yang dipicu oleh eksternal. Ada masa-masa tak mudah. Berat. Yang terberat adalah saat menghadapi ‘badai’, justru dari ‘Punggawa’ sendiri. Tapi bersyukur, tim kami solid. Semakin besar tantangan, semakin membuat kami tak menyerah. Kami kuat. Ya.. kami kuat.

Biarlah urusan kerikil-kerikil itu menjadi kenangan tersendiri bagi kami. Kenangan untuk sesekali kami tertawakan. Sesekali kami ‘julid’ kan. Ahahaha… Mamak baru paham makna julid lho di kepanitiaan ini. Wakakakak. Sambil tetap menjaga kerendahhatian kami, untuk menjadikannya sebagai bahan evaluasi kami, yang semoga juga meningkatkan rasa syukur kami. Karena dengannya, kami sadari Allah bersama kami. Membantu kami. Menjaga kami.
***

Dan akhirnya, Alhamdulillah, kami bahagia sekali saat semua sponsor deal. Saat tiket sold out hanya dalam hitungan hari. Dan tentu, saat pelaksanaan event, peserta bisa mendapatkan ilmu sekaligus puas dengan penyelenggaraan acara yang bertaburrrrrrr hadiaaaaah. Feedback positif dari seluruh pengisi acara (pemberi sambutan, nara sumber, moderator, MC, tamu undangan), teenant booth, peserta, media, dan sponsor sungguh membuat kami bahagia. Bahagia, karena ternyata kami bisa! Bisa mewujudkan acara sesuai harapan. Walaupun kerikil berserakan di sepanjang jalan persiapannya.
Maka nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?
Bisa kau rasakan ‘meaningful life’, team?
Kerja kita, voluntary, berbuah manis sekali ya?

And this is a wrap!
Video yang memanjakan kenangan.
Special thanks to Fahmee, anak muda yang udah bantuin Mamak Rempong bikinin video ini.

bit.ly/VideoTalkshowASI

And yess, Im happy to be part of us, team! Thank for the chance! Love you all Mamak Rempong @masubodep

Merlyn Yulianti Marpaung
Maya Lukita
Truly Anggraeni
Novita Harun
Emillia Rahmariza
Yenti Kautsar
Wiwit Agustiana
Rere Raras
Aniez SweetKhanza
Dwi Retno
Divi Zarra Jamil
Lysa Podungge
Cherril Roselina Putri
Anisa Ayuriana Rina
Yudith Anugrahsari Ahmad
Dyan Chitriny
Diyan ‘Dee’ Atika
Bintang Wulandari
Anindita Ulfa Hadini
Desiani Sheelia Rsc
Verlin Ayu Ibrani
Rifcha Pratiwi
Nez Al HidaYa

 

Advertisements
Posted in Asal Celoteh | Tagged | Leave a comment

Ruang Laktasi: Dukungan Kantor untuk Ibu Menyusui

Hai,
Ini ruang laktasi di kantor saya.
Alhamdulillah, kantor saya sudah memperhatikan pentingnya menyediakan ruang menyusui.
Highly appreciate it 😍

Two Thumbs Up 👍👍
Terima kasih.

Setahun atau dua tahun lalu, saat kantor memberi kesempatan semua pegawai menulis surat cinta tentang apa saja di acara appreciation day, dan saya juga ikutan menuliskan tentang harapan terkait Ruang Laktasi.

Senangnya, akhirnya terwujud. Pasti banyak surat cinta senada ya..

Ini dia isi surat cinta saya, yang sudah sedikit diedit beberapa data yang kurang tepat untuk dishare di sini.

*****

Ruang Laktasi : Dukungan Kantor untuk Ibu Menyusui

Breastfeeding is not a choice. It’s a responsibility.

Saat ini banyak ibu bekerja yang sudah paham hak bayinya untuk tetap mendapatkan ASI, sehingga melakukan pumping ASI di tempat bekerja merupakan hal yang lazim.

Berbagai organisasi kesehatan dunia menyebutkan bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, bahkan ASI dari ibu yang makanannya tidak bergizi sekalipun. Karena ASI memiliki kandungan yang tidak terdapat pada susu formula, yaitu sel hidup yang bertugas membunuh kuman-kuman jahat, serta imunoglobin yang berupa protein yang memerangi infeksi. Selain itu, komposisi ASI yang diproduksi sangat unik karena menyesuaikan kebutuhan bayi sesuai usianya. Karena peran ASI yang sedemikian penting, maka WHO merekomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkan hingga usia anak 2 tahun.

Suksesnya pemberian ASI sebagaimana rekomendasi WHO tersebut membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk dari perusahaan tempat ibu bekerja. US department of health and human services 2011 menyebutkan bahwa dengan memberikan dukungan bagi pegawainya untuk sukses memberikan ASI, perusahaan memperoleh benefit secara tidak langsung, diantaranya mengurangi potensi kehamilan (sehingga mengurangi potensi cuti melahirkan), mengurangi potensi ketidakhadiran pegawai karena anak lebih sehat, mengurangi biaya kesehatan dan menjaga aset SDM-nya karena menurunnya resiko kanker payudara dan ovarium, serta mengurangi tingkat stress pasca melahirkan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif mengatur:

– Pasal 2
a. menjamin pemenuhan hak Bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif sejak dilahirkan sampai dengan berusia 6 (enam) bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya;
b. memberikan perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya; dan
c. meningkatkan peran dan dukungan Keluarga, masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah terhadap pemberian ASI Eksklusif.

– Pasal 6
Setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi yang dilahirkannya.

– Pasal 30
Pengurus Tempat Kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui dan/atau memerah ASI sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan.

Bagaimana dukungan pimpinan di kantor ini bagi pegawainya yang merupakan ibu menyusui?

Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan yang telah memberikan keleluasasaan waktu bagi kami, ibu menyusui, untuk melakukan pumping ASI.

Namun demikian, beberapa dari kami masih harus melakukan pumping ASI di tempat-tempat yang kurang layak, di antaranya yang paling banyak adalah di gudang arsip ruangan masing-masing.

Ruang laktasi yang layak, membuat proses pumping ASI yang merupakan rutinitas yang kadang menjenuhkan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan bagi ibu bekerja.

Maka kami berharap kelak pimpinan kantor akan membuatkan ruang laktasi yang nyaman.

Literatur:
WHO: http://www.who.int/nutrition/topics/exclusive_breastfeeding/en/
U.S. Department of Health and Human Services: https://www.cdc.gov/nchs/data/hus/hus11.pdf

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengguna Market Place Wajib Berhati-Hati dengan Modus Penipuan Baru

Beberapa hari lalu, masuk telepon dari nomor yang tak tersimpan di hp.

Oknum: Halo. Dengan Hpo Etnik Jakarta?

Saya: Betul Mas

O: Saya Adrian dari tim IT Centre S***pe. Kami sedang melakukan pengecekkan. Apakah beberapa hari ini Ibu merasakan kendala pada sistem S***pe?

S: Tidak ada Mas. Lancar2 aja.

O: Baik. Karena di sistem kami, terindikasi ada kendala pengiriman notifikasi penjualan sehingga banyak notifikasi yang tidak masuk ke aplikasi pengguna. Ini tentu akan mengganggu penjualan. Apakah Ibu tidak tahu terkait kendala ini?

S: Tidak Mas

O: Ya, karena kendalanya pada pengiriman notifikasi, sehingga tentu saja pengguna tidak tahu bahwa ada notifikasi yang terpending. Untuk memperbaiki dan mengirimkan notifikasi yang terpending ini ke Ibu, kami perlu kode verifikasi yang akan dikirimkan lewat sms sebentar lagi ke hp Ibu.

S: Oh gitu ya..

O: Iya Ibu.. nanti Ibu tlg sebutkan nomor kode verifikasinya untuk proses perbaikan yang kami lakukan. Apakah sudah masuk Ibu, smsnya?

Klik. Saya matikan sajalah teleponnya 😊
Saya cek, memang masuk sms yang berisi kode verifikasi. Dan tertulis juga pada sms agar tidak memberitahukan kode verifikasi kepada siapapun, termasuk kepada tim S***pe.

Lalu, si penelepon masih mencoba menelepon berkali-kali setelah telepon saya tutup tadi. Dan saya malas angkat teleponnya.

Saya paham ini pasti modus penipuan di Market Place.

Kode Verifikasi pada Market Place sama seperti kode OTP (One Time Password) pada kartu debit maupun kartu kredit, yang biasanya hanya berlaku beberapa menit dan dikirimkan ke nomor hp yang terdaftar.

Mereka bisa apa memangnya dengan kode verifikasi itu?
Mereka bisa mengganti password, bisa melakukan transaksi, dan mencairkan / mengakses dana yang tersimpan pada S***pePay.

Sayangnya, pengalaman beberapa Seller yang sudah kena jebakan ini tidak bisa memproses balik dana mereka yang terkuras karena dana bukan dicairkan ke rekening Oknum, tapi digunakan untuk dibelanjakan, sehingga pihak S***pe yang amat tanggap menangani permasalahan ini juga tidak bisa melakukan tindakan.

Jadi, hati2 ya Kawan2 pengguna Market Place. Kode Verifikasi disimpan untuk sendiri aja. Karena kalau buat rame2, namanya traktiran 😉😉

Salam,

owner hpo.etnik.jakarta

Posted in Enterpreneur Wanna be | Tagged | Leave a comment

Inner Child – Kenali dan Putus Rantainya

Pernah baca sekilas tentang inner child dari postingan salah satu kawan di fb. Lalu datang sebuah undangan dari Sensei Anggita untuk ikutan kulwap #innerchild yang diselenggarakan oleh#KomunitasCeria #CeritaIbuAnakid. Kulwap diisi oleh Ibu Gina Shabira P, SST, CHt, CI, CBHA (Bidan, Praktisi Hypno-birthing, Therapist, Graphology “Analisa kepribadian dari tulisan tangan”) pengalaman di bidang terapi sekitar 7 tahun menangani kasus khusus perempuan.

Inner child – sosok anak kecil yang berada di dalam diri kita (Ego Personality) – merupakan pengalaman pengasuhan masa lalu yang sangat kuat, dimana seseorang meniru tingkah laku, kata kata, peristiwa, potonan potongan dari masa lalu yang disebut introjek (Bp Asep Haerul Gani).

Inner child dalam diri kita sebetulnya bisa bertumbuh dewasa sesuai usia dan pengalaman yang kita hadapi, hanya kadangkala ketika inner child negatif yang muncul dan sangat memberikan trauma, butuh kesadaran penuh untuk mengenalinya dan kemudian berdamai.

Kayak apa sih inner child dalam keseharian?

Contoh
(1) Jika suami meminta tolong dengan gaya jenderal, istrinya marah. Kok begitu minta tolongnya. Sementara suami ikut marah: emang kenapa? cuma minta tolong kok kamu marah?
Bisa jadi dulu sang istri saat kecil menyaksikan orang tuanya mencari nafkah dengan disuruh2 orang lain, lalu ia merasa marah sekali. Inner Child – rasa marahnya – belum tuntas. Sehingga sangat tidak nyaman ketika dewasa diperlakukan seperti itu oleh suaminya, karena inner child nya langsung terpanggil dan merasa trauma.

(2) Jika istri sedang bercerita tentang ayahnya yang hebat, suami marah. Memotong dan menghentikan pembicaraan. Sementara istri bingung. Lalu ikut marah. Kenapa kok suami tidak mau mendengarkan cerita tentang ayahnya?
Bisa jadi dulu sang suami saat kecil selalu dibanding-bandingkan. Dibandingkan terhadap kakaknya, atau sepupunya, atau temannya, oleh ayah ibunya. Lalu ia merasa jengkel sekali. Inner Child – rasa jengkelnya – belum tuntas. Sehingga sangat tidak suka ketika dewasa ada pembicaaran betapa hebatnya orang lain, karena inner child nya langsung terpanggil dan merasa dibandingkan. Karena ia ingin menjadi yang terhebat bagi istrinya.

Banyak contoh-contoh kasus lain. Jika setelah marah, lalu ada penyesalan tapi diulang lagi diulang lagi, bisa dipastikan itu inner child negatif.

Inner child negatif bisa lebih berdampak buruk apabila terjadi dalam interaksi kita pada anak-anak. Maka untuk memutus mata rantainya, kenali inner child. Berdamailah. Maafkan mereka yang pada masa lalu memberikan trauma.

Menurut Ibu Gina, ini tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi inner child.

1. Identifikasi apa inner child yang sering muncul.

2. Beri jeda tiap bertindak.

3. Selalu meminta maaf pada pasangan/anak jika kita sempat membuatnya terluka. Hati2 ketika kita tidak meminta maaf, itu akan jadi pola yang berulang pada pasangan/anak. Tolong putus rantainya.

4. Berhentilah untuk menceritakan kisah2 sedih kita pada orang yang salah, karena yang terjadi itu malah semakin memperbesar energi negatifnya dan lukanya semakin besar.

5. Carilah terapis untuk menyembuhkan luka dan trauma

27336433_10156120947133887_7562720326043752100_n

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pembelajar Baru menuju Ibu Profesional

Forum belajar bagi ibu dan calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya

Keren ya taglinenya… Suka banget 🙂 Tahu kah ini taglinenya apa? Iyess.. ini taglinenya IIP.

Beberapa kali saya mengikuti status facebook teman saya. Kak Kena namanya. Ia menuliskan beragam cerita seru tentang ilmu yang diperolehnya dari IIP, yang dichallenge untuk diterapkan di rumah.

Menarik. saya penasaran. Semakin hari semakin penasaran. Apa sih IIP ini?

Dari status Kak Kena, saya pahami bahwa IIP ini merupakan kelas online untuk para ibu/perempuan yang dikelola dengan sangat profesional. Lalu saya browsing sedikit, dan ketemulah web IIP dengan tagline di atas. Alhamdulillah makin tertarik.

IIP – Institut Ibu Profesional, sesuai dengan taglinenya, merupakan pilihan saya untuk menjadi tempat belajar meningkatkan kualitas diri sebagai Ibu. Sebetulnya ada beberapa yang sempat menjadi pertimbangan, tapi melihat rasionalnya biaya, waktu, dan metode belajarnya, akhirnya saya memutuskan IIP saja sebagai pilihan.

Mendaftar melalui link form yang diberikan Kak Kena, Alhamdulillah beberapa waktu berikutnya saya dimasukkan ke grup whatsapp IIP foundation Depok. Setelah berkenalan sekilas tentang IIP dan kode etiknya, akhirnya datanglah waktu untuk masuk kelas Pra Matrikulasi. Kelas ini merupakan kelas tidak berbayar dan adalah kelas pertama yang wajib diikuti di IIP untuk conditioning calon peserta agar siap dengan metode belajar dan pola penyerahan tugas yang diberikan di kelas-kelas berikutnya.

Kesan yang saya tangkap dari penyelenggaraan kelas pra matrikulasi ini: Profesional. Hehehe.. Iya, karena para Fasilitatornya terlihat sekali menyiapkan semuanya dengan baik. Struktur materi tersusun rapi. Pola penyampaian materinya, walaupun online, tapi tersistem dengan baik juga. Pun metode penyampaian tugasnya.

Alhamdulillah, dalam beberapa hari ikut kelas Pra Matrikulasi, sudah bisa mendapat manfaat. Apalagi nanti di kelas-kelas berikutnya ya..

Sekarang waktunya berdoa, semoga bisa masuk kelas berikutnya. Kelas Matrikulasi, Im coming :*

Posted in Institut Ibu Profesional | Tagged , , , , , , | 4 Comments

MPASI dan Printilan Alat Perangnya

Excited banget ya menunggu saat-saat MPASI dimulai.

Pertama, karena artinya Raffa lulus 6 bulan ASI (nggak) eksklusif, karena sempat kena susu formula. Sekarang sudah mulai terbantu dengan MPASI, Alhamdulillah. Hihi.. jadi lulus dari masa kejar-kejaran pumping supaya terpenuhi kebutuhan ASInya. Seru. Menegangkan. Halah.. lebay. Hehehe..

Kedua, karena MPASI kali ini udah dibekali ilmu buat MPASI homemade.

Waktu Rasikha dulu, saya memulai MPASI dengan puree buah. Setiap hari sampai sebulan pertama MPASInya cuma maem puree buah aja. Selanjutnya baru dimulai dengan bubur tim. Bikin bubur timnya pake alat-alat masak yang biasanya buat porsi besar. Belakangan akhirnya memilih bubur bayi yang suka dijual franchise-franchise dekat rumah karena lebih praktis. (ssstttt… kalo dulu franchise kayak gitu masih jarang jadi masih berani percaya sama kualitasnya. Kalo sekarang kok ya menjamur jadi kayaknya kok ya kurang recommended ya).

Ngintip ilmu dari WHO yuks..

Begini isi poin-poin MPASI WHO:
  • Pentingnya memperhatikan kebutuhan energi (yang tidak bisa hanya dipenuhi dari puree buah dan sayur saja) dan kebutuhan zat besi (terutama pada bayi ASI)
  • MPASI baru dapat diberikan setelah usia anak mencapai 6 bulan atau 180 hari.
  • Frekuensi pemberian MPASI mulai dari 2 kali sehari saat awal MPASI hingga 3-4 kali makan besar plus 1-2 kali camilan di usia 12 bulan.
  • Porsi MPASI sekali makan mulai dari 2-3 sendok makan dewasa saat awal MPASI hingga 125 ml di usia 12 bulan
  • Tekstur MPASI mulai dari makanan lumat, meningkat menjadi makanan lembik, lalu menjadi makanan keluarga di usia 12 bulan.
  • Keragaman MPASI. Di sini nih disarankan untuk menggunakan menu 4*(baca: 4 bintang). Artinya menu yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan lemak tambahan. Lemak tambahannya bisa berupa minyak goreng, unsalted butter, santan, atau extra virgin olive oil alias minyak zaitun (evoo).
  • Aktif / responsif. Penting berinteraksi dengan anak saat makan.

MPASI menurut WHO (Complementary Feeding – Family Foods for Breastfed Children) bisa disearch untuk dibaca lengkapnya ya..

whatsapp-image-2016-11-06-at-6-12-09-am

 

Untuk 2 minggu pertama MPASI, biasanya dilakukan tes alergi. Ada yang menggunakan menu tunggal 1 harian, ada juga yang menggunakan menu 3 harian. Lalu setelah 2 minggu baru mulai berikan menu MPASI 4*.

Kalau untuk Raffa? Hehehe.. saya sedikit improvisasi aja. Mengingat saya, suami, dan Rasikha gak punya alergi makanan, jadi cukup pede buat improvisasi. Paling produk olahan susu yang harus sedikit hati-hati, karena Raffa alergi susu formula.

Jadi saya langsung menuju menu 4* secara bertahap, dengan tetap memperhatikan tes alerginya, karena berat badan Raffa cenderung mepet.

Di 2 minggu pertama, setiap hari selalu ada menu karbohidrat dan buah. Didampingi dengan menu lainnya secara bergantian, protein atau sayur. Bertahap hingga setelah 2 minggu Raffa udah masuk ke menu 4*.

Saya juga memperhatikan menu seratnya. Karena pada bayi, makanan berserat justru memicu sembelit, kebalikan ya dari orang dewasa. Jadi pada 2 minggu pertama, saya menghindari menu double serat. Dan setelah masuk menu 4*, tetap mengupayakan menu yang dapat mengimbangi porsi seratnya, misalnya dengan buah-buah yang banyak kandungan airnya seperti melon, buah naga, pear, semangka.

Nggak lupa juga memberikan air putih setiap habis makan.. untuk membantu BAB lancar. Karena harusnya bayi MPASI BAB setiap hari. Untuk kebutuhan zat besinya, selain dari menu MPASI, Raffa dapat suplemen zat besi dari dokter.

Nah.. selanjutnya ini nih Printilan Alat Perang MPASInya Raffa. Hihi..
1. Baby Safe 10 in 1
baby-safe

Ini nih alat andalan yang bikin nyiapin MPASI homemade jadi sangat praktis.

Sebelum akhirnya memutuskan beli baby safe 10 in 1, saya sempat mempertimbangkan baby safe slow cooker dan tahaki slow cooker.

Apa bedanya?

Slow cooker gak bisa digunakan untuk kukus. Sedangkan Baby Safe 10 in 1, bisa dipakai untuk kukus, rebus, dan bikin bubur, plus ada fitur auto on. Jadi kalau kita ingin masakannya matang pada jam tertentu dengan durasi memasak tertentu, kita bisa setting untuk ON mulai memasak pada jam tertentu. Jadi bisa diset dari malam sebelum tidur. Gak perlu khawatir bangun kesiangan. Pas bangun masakan udah matang deh. Hehehe..

Tapi hati-hati ya, supaya glass bowl nya terhindar dari kemungkinan pecah saat memasak, sebaiknya hindari perubahan suhu ekstrem ya.. Jadi kalau masih panas jangan langsung direndam air untuk dicuci. Atau kalau habis dicuci jangan langsung digunakan untuk memasak. Kalaupun kadung pecah, Alhamdulillah nyari sparepart nya juga gampang ternyata.

2. Saringan kawat

saringan-kawat

 

Nah saringan kawat ini dipakai untuk menghaluskan makanan. Tekstur pertama Raffa selama 1 bulan pertama MPASI didapat dari saringan kawat ini. Saya nggak menggunakan blender karena blender cenderung menghasilkan tekstur yang sangat lembut. Mungkin karena saya menggunakan blender ukuran biasa kali yah. Saya belum pernah coba pakai blender khusus makanan bayi.

 

3. Munchkin Grinder

munchkin-grinder

Munchkin grinder ini dipakai sejak Raffa usia 7 bulan. Karena dengan alat ini bisa menghasilkan tekstur yang lebih tinggi tingkatannya dari pada saringan kawat. Alat ini manual. Makanan dimasukkan ke dalam lubang bagian tengah, lalu ditutup dengan bagian atasnya sambil ditekan dan diputar sehingga makanan yang di dalam lubang bagian tengah tertekan sekaligus terpotong dengan mata pisau yang diputar. Kalau makanannya belum cukup lunak mungkin agak menghabiskan energi menggunakan alat ini. Tapi kalau makanan matang yang sudah direbus atau sudah dikukus, oke kok.

 

4. Perasan Jeruk

mode-surga-hot-sale-pemeras-dengan-mangkuk-juicer-strainer-dengan-menangani-dan-tuangkan-cerat-aug22-putih

Alat yang praktis buat memeras jeruk buat camilan Raffa, saya ambil dari kado feeding set. Manual. Tapi mudah digunakan kok. Alat ini mah umum digunakan. Gak cuma buat bayi ya.. buat bikin es jeruk Emaknya juga bisa pakai ini.

 

 

 

5. Baby Cube

baby-cubes-8x40ml_29Alat ini digunakan sebagai wadah penyimpan tertutup dengan porsi sekali pakai. Ada 3 pilihan ukuran, 40 ml, 70 ml, dan 140 ml. Saya pakai babycube untuk menyimpan kaldu. Ringkas banget buat disimpan difreezer. Babycube juga bisa digunakan untuk puree buah. Tapi kalau puree, saya selalu buat fresh. Oh ya, baby cube juga bisa digunakan di microwave lho.

 

6. Tupperware – Petite Square

download

Nah.. ini juga wadah makannya Raffa. Biasanya saya gunakan untuk menyimpan MPASI Raffa saat bepergian. Jadi ringkas dan aman karena tutupnya handal 🙂 Ukurannya untuk 80 ml, pas untuk 1 kali porsi makan bayi usia 0-9 bulan. Kalau nanti porsi makannya Raffa udah makin besar, kayaknya bisa digunakan buat wadah lainnya. Saya gak beli 1 set. Saya beli di shopee, di sana dijual satuan. Jadi saya cuma punya 3 pcs aja. Hemat hemat.. hehehe

 

 

7. Little Bites Stroge Jars Kinder Ville

14906819_10154720521763887_1315695144782314924_n

Wadah lagi… Hihihi… Yang ini bisa digunakan di freezer, warmer, maupun microwave. Bahannya dari silikon high grade yang resisten terhadap bakteri. Ukurannya bisa menampung makanan 100 ml. Warna warninya menarik. Awet juga, sudah digunakan sejak zaman Rasikha MPASI dulu. Saya biasanya bikin makan besarnya Raffa sekali aja sehari untuk 3 kali porsi makan. Lalu saya tempatkan di wadah ini. Saat mau dimakan, tinggal taro di warmer bareng wadahnya deh..

 

8. Little Baby Changing Colour Safety Spoon

sendok-mpasi

Saya memilih sendok ini karena ada sensor panasnya. Sendok akan berubah warna kalau makanan masih panas. Penting nih untuk mengurangi trauma makan baby. Biasanya kalau kali pertama makanan yang masuk masih panas, akan menolak suapan berikutnya. Saya memilih merk ini karena 1 set dijual hanya 2 pcs. Hihi.. hemat hemat.. Jadi cuci pakai cuci pakai aja.. gak susah kok mencuci sendok aja. Sterilnya disiram air panas aja deh.

 

 

9. Summer Infant Comfort Folding Booster

summer-folding-booster-seat-500x554

Nah.. yang ini andalan saya banget sejak zamannya Rasikha. Bentuknya compact dan mudah dibawa travelling. Sangat bermanfaat buat membiasakan baby makan dengan duduk. Gak digendong dan gak jalan-jalan. Kursinya juga bisa digunakan sebagai booster chair kalau mau makan bersama di meja makan.

 

10. Bib atau slaber

bib-plastik

 

Hihi.. celemek makan ini mah wajib yess dipakai karena baby yang baru MPASI biasanya makannya masih belepotan. Sekarang banyak slaber lucu. Ada yang bahannya kain maupun plastik. Bisa menambah keseruan aktivitas nyuapin makan baby

 

Aside | Posted on by | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Raffa dan Tongue Tied

Maret 2016.

Adem sekali menatap wajahmu Nak.

collage-1

Mama bahagia sekali saat Suster mengantarmu pertama kali untuk room in.

‘Saya yang nangkep dari Dokter kok Bu waktu persalinan. Sempet difoto juga sama suster lain yg lagi hamil sebelum dibawa ke ruang baby karena berharap anaknya laki2 berdagu bolong kayak begini Bu’, jawab Suster yang kutanyakan kepastian si bayi ganteng ini memang lahir dari rahimku. Hihi..

Selang beberapa waktu, Suster mengajarkan bagaimana melakukan perlekatan untuk memberikan ASI. Bukan perkara mudah ternyata. Apalagi ini hal yang lama tapi baru bagiku karena Rasikha dulu tidak menikmati ASI dengan direct breastfeed.

Malam pertama sampai malam terakhir room in Raffa rajin menangis. Setiap diletakkan di baby box-nya menangis. Di-mimik-in kesel karena sepertinya belum bisa mimik anteng padahal sudah pintar mengisap. Sempat bertanya-tanya kenapa bayiku menangis terus padahal kolostrum sudah keluar.

Beberapa kali Suster Laktasi membantuku untuk melakukan perlekatan ke bayiku. Bayiku kenyot beberapa isap, lalu lepas lagi perlekatannya. Begitu berkali-kali.

Minggu pertama Raffa di rumah, Raffa sudah anteng mimiknya. Tapi ya begitu, mimik terus maunya. Sampai bingung apa iya ASI-ku gak mampu bikin Raffa kenyang. Kalau perlekatan lepas, Raffa bangun dan nangis. Sampai tiap malam harus begadang karena aku belum bisa mimik-in Raffa sambil tiduran.

Beberapa hari berikutnya, aku mulai galau. Kenapa kok Raffa mulai gak anteng dikasih mimik, meronta meraung keras, seperti menolak. Maunya nangis terus (baru belakangan kuketahui bahwa Raffa kehausan). Konsultasi melalui whatsapp dengan Ithoh, Kawan SMU yang adalah seorang dokter sekaligus Konselor Laktasi, dan juga dengan Wulan, sepupu ku, mengarah pada kemungkinan bayiku Tongue Tied, karena ciri-ciri nya mirip sekali:

  • Nipple Ibu lecet
  • Perlekatan lepas terus
  • Mimik dalam durasi yang sangat panjang, bisa berjam-jam (versiku dan Raffa, bisa 5 jam mimik-in)
  • Berat badan turun

Tapi aku masih keukeuh bahwa saat ini kami hanya perlu waktu untuk belajar. Iya.. aku dan Raffa sedang sama-sama belajar untuk menyusui-menyusu dengan baik. Jadi aku belum melaksanakan saran dari Ithoh dan Wulan. Toh, tali lidah Raffa kulihat normal-normal saja.

Puncaknya adalah saat pagi mau mandiin Raffa, ada bekas bercak kemerahan di popoknya. Panik dong, takut ‘sesuatunya’ ada yang luka.

pampers-raffa-27-maret-2016

Kami langsung ke dokter di RS tempat Raffa lahir. Dan kaget saat Raffa ditimbang ternyata beratnya turun 500 gram. Padahal normalnya berat bayi hanya turun 10% dari berat lahirnya. Dan harusnya di 2 minggu pertama, berat bayi sudah kembali ke berat lahirnya. Sedangkan usia Raffa saat itu sudah 2 minggu.

Tanpa pikir panjang lagi, kami langsung bawa Raffa ke KMC, sesuai saran Ithoh dan Wulan yang selama ini memang kutunda-tunda.

Singkat cerita, setelah menunggu cukup lama karena panjangnya antrian, berhasillah kami bertemu dengan Dokter Asti Praborini, SpA, IBCLC, dokter spesialis anak yang juga dokter Laktasi, tanpa perjanjian. Alhamdulillah, sungguh dipermudah Allah.

Ternyata bercak darah di popok Raffa adalah indikasi bahwa Raffa dehidrasi. Kekurangan cairan karena ndak bisa mimik ASI secara baik. Hiks..

Setelah dokter menjelaskan banyak hal, jadilah Raffa diinsisi. Digunting tali lidah. Dan tali bibir atasnya. 😦

Beruntung Nenek menemani, sehingga aku cukup tegar melihat Raffa diinsisi.

collage-2

Iya, Raffa Tongue Tied dan Lip Tied. Grade 3. Jika dilihat sekilas memang tidak Nampak TT-nya.

‘Tapi jika di pencet, kelihatan deh tebal sekali TT-nya sehingga gak fleksibel’. Begitu kata Dokter.

Proses insisi berlangsung sangat cepat. Tanpa bius. Sekejap mata saja tahu2 tali lidah dan bibirnya sudah digunting. Terdengar Raffa menangis kencang sekali.. pasti sakit. Maafkan Mama Nak.. insyaAllah ini ikhtiar kita Nak. Ikhtiar agar Raffa bisa Mimik directly.

Darah yang keluar dari insisi disumbat dengan kapas dan secara sigap Suster memberikan Raffa ke gendongan ku untuk di-mimik-in. Raffa langsung mimik..tangisnya berhenti.. dan darahnya seketika juga berhenti. MasyaAllah.

med-20901-sns_framed

Untuk kejar berat badannya, Raffa harus disuplementasi dengan asi donor atau susu formula. Dengan dosis suplementasi yang diresepkan oleh dokter (dosis awalnya 60 ml x 5 kali sehari). Dan suplementasi itu dialirkan melalui selang, dengan Medela SNS namanya, Sumplementary Nursing System. Selang ditempelkan di nipple sehingga saat menyusu directly, Raffa mengisap sekaligus ASI ku dan susu dari SNS. Pun selama 10 hari harus melakukan senam lidah untuk melatih lidah Raffa mengisap lebih kuat.

Alhamdulillah setelah insisi Raffa mimik pintar sekali. Tidurnya nyenyak.

Jangan tanya bagaimana perasaan Mama yang harus menyusui dengan selang. Apalagi saat kunjungan ke RS, lalu beberapa Ibu melihat aneh dan berbisik-bisik. Hihi..

Awalnya, saya dan suami bersepakat karena beberapa pertimbangan, memilih susu formula sebagai suplementasi. Entahlah, walaupun sifatnya temporary, tapi rasanya lebih sulit untuk berbagi Raffa-ku dengan Ibu lain. Belum lagi soal riwayat kesehatan. Dan soal hukum muhrimnya kelak. Tapi baru saja 3 hari Raffa suplementasi dengan susu formula, Raffa batuk pilek parah dan demam juga. Setelah konsultasi ke dokter, ternyata Raffa gak cocok dengan susu formula, padahal susu formula yang kuberikan yang HA lho..

Jadilah akhirnya kuputuskan untuk menggunakan ASI donor. Alhamdulillah, begitu suplementasinya switching ke ASI donor, batuk pilek demam Raffa sembuh. Cepat sekali. Baiklah, Mama mengalah. Mama berdamai Raffa menggunakan ASI donor.

Begitulah. Alhamdulillah. Yang terpenting adalah Raffa ndak tersiksa karena dehidrasi. Dan mimpi Mama agar Raffa bisa mimik ASI-nya Mama dapat terwujud. Dan hari ini, di usiamu 6 bulang 1 minggu, Raffa masih mimik ASI-nya Mama walaupun dengan kondisi kejar tayang (hasil pumping hari ini untuk mimik Raffa besok). Mama bahagia sekali, karena bisa menikmati indahnya perasaan mendapati tatapan matamu Nak saat menyusui. Berkali-kali. Berkali-kali  :*

Maka akhirnya, izinkan aku mengucapkan terima kasih kepada Dokter Asti Praborini, SpA, IBCLC, dokter yang setiap minggu kutemui sejak Raffa insisi hingga suplementasi berhenti. Juga kepada Ithoh dan Wulan yang gak terhitung berapa kali aku bertanya banyak hal. Dan kepada suami dan keluarga atas dukungannya yang tak pernah putus. Terima kasih.

img-20160922-wa0016

Posted in Kids and Family | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment